Hallo Teman-Teman Semua, Bagaimana Nih Kabarnya? Semoga Selalu Diberikan Kesehatan dan Kelancaran Dalam Aktivitasnya. Pada Artikel Kali Ini Kita Akan Membahas Salah Satu Materi Yang Sangat Penting Dalam Jaringan Komputer, Yaitu DNS Server (Domain Name System Server). Dalam Sebuah Jaringan Komputer, Kita Tidak Hanya Membutuhkan Koneksi Antar Perangkat, Tetapi Juga Membutuhkan Sistem Yang Dapat Membantu Perangkat Dalam Mengenali Dan Berkomunikasi Dengan Server. Salah Satu Teknologi Yang Memiliki Peran Penting Dalam Proses Tersebut Adalah DNS (Domain Name System). Secara Sederhana, DNS Berfungsi Untuk Menerjemahkan Nama Domain Yang Mudah Diingat Oleh Manusia Menjadi Alamat IP Yang Dapat Dipahami Oleh Komputer. Sebagai Contoh, Ketika Kita Mengakses Sebuah Website Dengan Nama Domain Seperti google.com, Komputer Akan Menggunakan DNS Untuk Mengetahui Alamat IP Dari Domain Tersebut Sebelum Membuat Koneksi Ke Server Tujuan.
Pada Tutorial Kali Ini, Kita Akan Mempelajari Bagaimana Cara Menginstal Dan Mengonfigurasi DNS Server Pada Ubuntu Server Menggunakan BIND9. BIND9 Merupakan Salah Satu Software DNS Server Yang Banyak Digunakan Pada Sistem Operasi Linux, Termasuk Ubuntu. Dengan Menggunakan BIND9, Kita Dapat Membuat DNS Server Lokal Yang Dapat Digunakan Untuk Mengelola Nama Domain Dan Alamat IP Di Dalam Jaringan. Tutorial Ini Cocok Untuk Teman-Teman Yang Sedang Mempelajari Jaringan Komputer, Administrasi Server, Linux Server, DNS, Maupun Infrastruktur Jaringan. Konfigurasi Akan Dilakukan Secara Bertahap Mulai Dari Instalasi BIND9, Konfigurasi DNS Server, Pembuatan Zone, Pembuatan Record DNS, Hingga Melakukan Pengujian Apakah DNS Server Yang Telah Dibuat Dapat Berfungsi Dengan Baik. Dalam Praktiknya, DNS Server Dapat Dimanfaatkan Untuk Berbagai Kebutuhan, Misalnya Untuk Membuat Nama Domain Pada Jaringan Lokal, Mengelola Server Dalam Sebuah Institusi Atau Perusahaan, Maupun Sebagai Bagian Dari Infrastruktur Server Yang Lebih Besar.
Apa Itu DNS Server?
DNS (Domain Name System) Adalah Sistem Yang Digunakan Untuk Menerjemahkan Nama Domain Menjadi Alamat IP. Dengan Adanya DNS, Pengguna Tidak Perlu Mengingat Alamat IP Dari Setiap Server Yang Ingin Diakses.
Sebagai Contoh, Misalnya Kita Memiliki Server Dengan Alamat IP:
192.168.1.10
Kemudian Kita Ingin Mengakses Server Tersebut Menggunakan Nama:
server.local
DNS Server Akan Bertugas Menghubungkan Nama server.local Dengan Alamat IP 192.168.1.10. Dengan Demikian, Pengguna Cukup Mengingat Nama Domain Tanpa Harus Menghafalkan Alamat IP Server.
Apa Itu BIND9?
BIND9 (Berkeley Internet Name Domain) Adalah Salah Satu Software DNS Server Open Source Yang Banyak Digunakan Untuk Mengelola Layanan DNS. BIND9 Mendukung Berbagai Jenis Record DNS Dan Dapat Digunakan Untuk Membuat DNS Server Pada Jaringan Lokal Maupun Infrastruktur Server. Pada Tutorial Ini, BIND9 Akan Digunakan Sebagai Software Utama Untuk Membangun DNS Server Pada Ubuntu Server.
Apa Yang Akan Kita Pelajari?
Pada Tutorial Ini Kita Akan Membahas Beberapa Tahapan, Yaitu:
- Menyiapkan Ubuntu Server Sebagai DNS Server.
- Menginstal BIND9.
- Mengonfigurasi Network Dan IP Address Server.
- Mengonfigurasi BIND9.
- Membuat Forward Zone.
- Membuat Reverse Zone.
- Membuat DNS Record.
- Mengatur DNS Resolver Pada Client.
- Melakukan Pengujian DNS Server.
- Melakukan Troubleshooting Jika DNS Tidak Dapat Berfungsi Dengan Baik.
Dengan Mengikuti Tutorial Ini Dari Awal Hingga Akhir, Diharapkan Teman-Teman Dapat Memahami Konsep Dasar DNS Sekaligus Mampu Membuat Dan Mengonfigurasi DNS Server Sendiri Menggunakan Ubuntu Server Dan BIND9.
Peralatan Dan Bahan
Sebelum Memulai Proses Konfigurasi DNS Server, Ada Beberapa Peralatan Dan Bahan Yang Perlu Kita Persiapkan Terlebih Dahulu, Yaitu:
- VirtualBox Atau Virtual Machine
Digunakan Untuk Menjalankan Ubuntu Server Secara Virtual. - Ubuntu Server
Digunakan Sebagai Sistem Operasi Yang Akan Menjadi DNS Server. - BIND9
Digunakan Sebagai Software DNS Server. - Komputer/Laptop Client
Digunakan Untuk Melakukan Pengujian DNS Server. - Koneksi Jaringan
Digunakan Agar DNS Server Dapat Berkomunikasi Dengan Client Dalam Satu Jaringan.
Jika Semua Peralatan Dan Bahan Sudah Disiapkan, Selanjutnya Kita Dapat Masuk Ke Tahap Instalasi Dan Konfigurasi DNS Server Menggunakan BIND9 Pada Ubuntu Server.
Langkah – Langkah Konfigurasi DNS Server
Pada Tutorial Kali Ini Kita Akan Membahas Langkah – Langkah Instalasi Dan Konfigurasi DNS Server Menggunakan VirtualBox. Jadi Sebelum Memulai Proses Instalasi DNS Pastikan Seluruh Peralatan Sudah Disiapkan Dan Sudah Terinstall Pada Komputer Kita Terlebih Dahulu. Setelah Itu Barulah Kita Masuk Ke Tahapan Instalasi DNS Server Ini
- Setelah proses instalasi Ubuntu berhasil maka kita akan diarahkan ke tampilan login seperti gambar dibawah ini
- Pastikan pengaturan pada VM DNS kita sudah diganti menjadi “Bridge Adapter” sehingga server mendapatkan IP langsung dari jaringan Internal dari server kita
- Loginlah ke dalam linux Ubuntu kita. Kemudian masuklah menggunakan hak akses root dengan mengetikan “sudo su” pada server DNS kita
- Ceklah IP Address yang didapatkan dari DNS Server kita
- Ceklah pengaturan IP DNS kita. Jika kita ingin menggunakan static maka pada file “/etc/netplan/50-cloud-init.yaml” akan seperti gambar dibawah ini
- (Optional) Aturlah secara static IP address yang akan kita gunakan. Pada kasus kali ini kita menggunakan IP Addess yaitu “192.168.100.100”
- Simpanlah pengaturan dari IP Address yang kita atur dengan menggunakan pengaturan static dengan sintak “netplan”
- Ceklah IP address pada server DNS kita. Pada kasus kita kali ini, IP DNS yang didapatkan pada server ini yaitu “192.168.100.100”
- Ceklah koneksi internet pada server DNS yang kita gunakan dengan melakukan test ping pada server
- Lakukan perubahan pada file “/etc/ssh/sshd_config” sehingga kita dapat melakukan login menggunakan SSH. Adapun sintak yang perlu kita atur yaitu “PermitRootLogin”, “PubkeyAuthentication” dan “PasswordAuthetication”. Kemudian simpanlah pengaturan yang sudah kita atur sebelumnya
- Lakukan proses restart untuk pengaturan SSH yang sudah kita atur. Lalu lakukan pengecekan terhadap status dari paket dari SSH yang sudah kita atur sebelumnya
- Lakukan proses remote ke server dengan menggunakan SSH dengan format “ssh Username@IP_Address_Server” dan masukkan Password yang digunakan pada server ini
- Setelah berhasil login, masuklah sebagai super admin dengan mengetikkan tombol “sudo su”
- Lakukan proses instalasi paket untuk DNS server yang akan kita gunakan pada kasus kali ini
- Ceklah versi dari paket DNS yang sedang kita install terlebih dahulu
- Ceklah status DNS server setelah proses instalasi selesai dilakukan
- Aktifkan pengaturan “enable” sehingga server DNS akan aktif kembali jika server DNS ini dihidupkan ulang
- Ceklah isian dari folder “/etc/bind” untuk memastikan DNS sudah diinstall di server ubuntu ini
- Tambahkan pengaturan DNS server pada file “/etc/bind/named.conf.options”. Pada kasus kali ini IP dari DNS server ini yaitu “192.168.100.100” yang kita tambahkan pada sintak “listen-on”
- Daftarkan DNS yang akan kita gunakan pada Zona Forward dan Zona Reverse pada file “/etc/bind/named.conf.local”. Pada kasus kali ini nama Domain saya yaitu “jarmud.com”. Sedangkan untuk zona Reverse dibuat dengan membalikkan IP Address yang kita miliki seperti pada gambar dibawah ini
- Masuklah ke dalam folder pengaturan DNS terlebih dahulu di “/etc/bind”
- Copylah format file Forward dan file Reverse yang sudah ada pada DNS server kita. Contohnya seperti file forward dapat diambil dari file “db.local” sedangkan untuk file Reverse dapat diambil dari file “db.127”
- Lakukan pendaftaran untuk file Forward yang akan kita gunakan pada server DNS ini. Pada kasus kali ini, nama Domain yang didaftarkan yaitu “jarmud.com”. Sedangkan pada server ini memiliki satu host dengan nama “emby”
- Aturlah zona Reverse untuk masing – masing nama dari DNS kita. Karena pada kasus ini kita menggunakan IP Kelas C maka pada bagian IP hanya perlu menambahkan host dari IP yang digunakan untuk masing-masing server yang didaftarkan
- Aturlah hak akses kepemilikan dari file yang sudah kita buat pada zona forward dan zona reverse. Pastikan hak kepemilikan dari file tersebut menjadi root dan bind
- Setelah seluruh konfigurasi kita atur, selanjutnya kita perlu melakukan pengecekan untuk pengaturan dari DNS dan pengaturan dari Zone yang sudah kita buat sebelumnya
- Setelah semua konfigurasi kita atur, selanjutnya kita perlu melakukan restart untuk pengaturan dari DNS server. Kemudian lakukan Pengecekan untuk pengaturan dan DNS server yang sudah dibuat. Pastikan status pada DNS server sudah aktif dan enable seperti gambar dibawah ini
- Tambahkan pengaturan DNS untuk beberapa port yang kita gunakan seperti Port 53 (DNS) dan Port 22 (SSH)
- Aktifkan pengaturan Firewall yang sudah kita tambahkan sebelumnya, lalu pastikan semua Port dan services yang sudah kita tambahkan muncul pada pengaturan Firewall
- Lakukan pengecekan pada nama DNS utama yang sudah kita buat sebelumnya. Pastikan IP address dari nama setiap DNS tampil pada kolom Answer seperti gambar dibawah ini
- Lakukan pengecekan nama DNS kita terlebih dahulu. Jika berhasil maka informasi nama dan IP dari DNS akan muncul seperti gambar dibawah ini
- Lakukan pengecekan terhadap akses internet dari server DNS yang kita miliki. Pastikan ketika kita melakukan dig maka akan muncul IP dari DNS yang sedang kita cari
Sekian Artikel Tentang “Tutorial Konfigurasi DNS Server di Ubuntu Menggunakan BIND9: Panduan Lengkap untuk Pemula”. Pada Artikel Selanjutnya Kita Akan Membahas Tentang bagaimana Menggunakan Server DNS Yang Telah Kita Instal Ini.
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.